
DPR Desak Pengusutan Pemodal Judi Online Internasional Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Pusat Pelaporan HOTEL4D dan Analisis Transaksi Keuangan untuk mengusut tuntas pihak yang menjadi pemodal judi online internasional. Permintaan ini muncul setelah aparat mengamankan 321 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan operasi perjudian daring di Jakarta Barat.
Menurut Sahroni, pengungkapan tersebut merupakan salah satu operasi terbesar dalam upaya pemberantasan judi online di Indonesia. Namun, HONDA4D penegakan hukum tidak boleh berhenti hanya pada pelaku lapangan, melainkan harus menjangkau aktor utama dan sumber pendanaan di balik jaringan tersebut.
Tidak Mungkin Ratusan WNA Beroperasi Tanpa Dukungan Kuat
Sahroni menilai keberadaan lebih dari 300 WNA yang terlibat dalam aktivitas ilegal ini sangat sulit terjadi tanpa adanya dukungan finansial dan jaringan yang solid. Ia menduga ada sponsor kuat yang mendanai operasional, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lokal.
Ia menegaskan bahwa Polri bersama PPATK perlu menelusuri aliran dana secara menyeluruh, mulai dari pihak yang merekrut, membiayai, hingga menyediakan fasilitas operasional. Dengan pendekatan tersebut, aparat diharapkan mampu mengungkap struktur organisasi secara lengkap dan menangkap seluruh pihak yang terlibat.
Polri Tangkap 321 WNA di Kawasan Hayam Wuruk
Sebelumnya, Bareskrim Polri melakukan penggerebekan di sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi itu, aparat mengamankan 321 orang yang diduga terlibat dalam praktik judi online lintas negara.
Mayoritas pelaku merupakan warga negara asing dari berbagai negara Asia, termasuk Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Polisi juga menyita uang tunai sekitar Rp1,9 miliar serta berbagai perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk menjalankan puluhan situs perjudian daring.
PPATK Perkuat Penelusuran Aliran Dana
PPATK menyatakan siap mendukung penyidikan dengan melakukan analisis transaksi keuangan. Lembaga tersebut memiliki kemampuan untuk mendeteksi rekening nominee, pola transaksi mencurigakan, hingga aliran dana lintas rekening yang terhubung dengan aktivitas perjudian online.
Langkah ini dinilai penting untuk memutus rantai pendanaan sekaligus mengidentifikasi aktor intelektual di balik jaringan judi online internasional yang selama ini beroperasi secara terorganisir.
Judi Online Masih Menjadi Ancaman Serius
Kasus ini menunjukkan bahwa praktik judi online masih menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum di Indonesia. Modus operasinya semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi digital dan jaringan lintas negara.
DPR berharap pengusutan tidak berhenti pada penangkapan operator, tetapi berlanjut hingga ke pemodal judi online internasional yang menjadi sumber utama pendanaan. Dengan demikian, upaya pemberantasan dapat memberikan efek jera dan memutus jaringan hingga ke akar-akarnya.
Kesimpulan
Dorongan DPR kepada Polri dan PPATK untuk mengusut pemodal judi online internasional merupakan langkah penting dalam memerangi kejahatan siber lintas negara. Dengan penelusuran aliran dana dan investigasi menyeluruh, aparat diharapkan dapat membongkar seluruh jaringan, termasuk aktor utama yang selama ini bersembunyi di balik operasi ilegal tersebut.
Bila pengusutan dilakukan secara menyeluruh, Indonesia akan semakin kuat dalam menekan pertumbuhan praktik judi online yang merugikan masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi nasional.
